Jumat, 07 Desember 2012

FATWA ULAMA TENTANG JAMAAH TABLIGH - Edisi Copas

1. Fatwa Darul Uloom Trinidad and Tobago tentang Jamaah Tabligh
Mengenai banyak diskusi tentang Dawah dan Tabligh atau Jamaah Tabligh, banyak cendekiawan dan lainnya seperti Dr Zakir Naik dan ulama lainnya mengkritik dan mengatakan itu adalah bidah untuk berpartisipasi dalam Dawah dan Tabligh, dari mana mereka mendapatkan pandangan-pandangan seperti ini ? Mereka mengatakan Jamaah Tabligh tidak berdasarkan Quran dan Sunnah. Apa pendapat Anda tentang masalah ini?

Upaya Jamaat Tabligh adalah salah satu yang sangat mulia yang telah sangat berhasil dan telah memperoleh penerimaan luas oleh ribuan Ulama besar dunia, dari permulaan hingga saat ini.
Pekerjaan ini hanya mengingatkan umat Islam tentang iman mereka dan menanamkan dalam diri mereka, keseriusan berlatih Islam. Pekerjaan Tabligh tidak memberitakan hal apapun yang bertentangan dengan ajaran Quran dan Sunnah, dan menyebarkan pesan Islam yang sebenarnya. Pekerjaan yang membawa pesan tentang bagaimana seorang Muslim dapat meraih sukses di dunia ini dan berikutnya, dan mendesak umat Islam untuk berpegang teguh kepada Sunnah Nabi (SA).
Pembicaraan, pidato dan nasihat diberikan, didasarkan pada Iman dan berjuang di jalan Allah, sehingga pesan Islam dapat mencapai rumah-rumah setiap orang Muslim. Jika survei diambil hari ini, akan terlihat bahwa Jamaah Tabligh adalah melakukan upaya seperti apa yang telah Nabi (SA) dan para sahabat buat. Saudara-saudara yang terlibat dalam Dawah dan Tabligh berupaya dengan susah payah dan menghabiskan uang mereka untuk bepergian ke tempat yang jauh dalam rangka menyebarkan pesan Islam. Mereka tidak meminta apa pun. Waktu mereka banyak dihabiskan dalam masjid.
Mereka yang berbicara buruk tentang pekerjaan mulia ini, karena ketidaktahuan mereka tentang apa yang terjadi di dalam pekerjaan Tabligh, atau mereka salah informasi, atau ada kemungkinan bahwa mereka mungkin tidak menyukainya tanpa alasan sama sekali.
Alhamdulillah, melalui berkat-berkat yang Allah Telah diberikan kepada Usaha Da’wah dan Tabligh puluhan ribu Muslim telah berubah, dan telah mengubah perjalanan hidup mereka ke arah yang benar. Ribuan (orang muslim) yang tidak pernah melakukan shalat sudah mulai melakukan itu, dan juga melakukan tugas lain sebagai Muslim. Pada usaha ini, sebuah kebangkitan besar telah terjadi, dan Muslim sekarang menjadi lebih sadar akan agama mereka.
Kita melihat setiap hari, bahwa sementara ada banyak umat Islam yang tinggal di sekitar Masjid, hanya sangat sedikit yang datang untuk shalat berjamaah. Mayoritas tinggal di rumah, sementara banyak bahkan mungkin tidak melakukan shalat sama sekali. Hal ini karena keadaan, kita menemukan bahwa saat ini, masjid masih banyak kosong, terkunci, kotor, menyedihkan dan tanpa pengawasan. Banyak Muslim tampaknya telah kehilangan semangat untuk menghadiri rumah Allah.
Kita jarang melihat orang lain yang mengunjungi orang-orang Muslim yang tidak menghadiri masjid atau lemah dalam agama mereka. Untuk menambah ini, kita juga menemukan beberapa kali, misionaris Kristen datang ke berbagai tempat, mengajak orang-orang Muslim untuk Perang Salib. Setiap minggu, kita menemukan bahwa misionaris Kristen mengunjungi rumah-rumah semua orang, termasuk rumah-rumah umat Islam, untuk menyebarkan agama mereka.
Sementara ketika semua ini berlangsung, kita menemukan bahwa tidak banyak yang dapat dilakukan, (pada kenyataannya, di banyak tempat, tidak ada yang dilakukan) untuk membawa umat Islam ke masjid, dan untuk mendatangi mereka dalam upaya untuk memperkuat mereka Imaan dan Islam. Dalam situasi ‘ingin’, kita menemukan bahwa sebagian besar waktu, itu adalah Jamaah Tabligh yang telah datang untuk menghidupkan kembali semangat Islam di kalangan umat Islam.
Jadi, inti dari penjelasan ini, adalah bahwa pekerjaan Tabligh adalah upaya yang sangat penting dan mulia yang didasarkan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (SA).
Dan Allah tahu yang terbaik.
Mufti Waseem Khan
2. Fatwa Mufti Ebrahim Desai Darul Ifta, Madrasah In'aamiyyah, Camperdown, South Africa tentang Jama’ah Tabligh
Allah Taala menyatakan bahwa salah satu alasan bagi umat ini yang berjudul sebagai Ummat yang terbaik, adalah praktek ‘memerintahkan yang baik dan mencegah kejahatan’
Nabi (shallallahu alayhi wasallam) menyatakan, “Apabila diantara kalian melihat kemungkaran, maka ia harus mengubahnya dengan tangannya Dan jika ia tidak mampu melakukannya maka ia harus mengubah dengan lidahnya.. Dan jika ia tidak dapat melakukannya dengan lidahnya, maka dia setidaknya harus meyakini bahwa itu adalah kemungkaran Dan ini adalah selemah-lemahnya Imaan.. ” (Mishkat)
Hadhrat Nuúmaan bin Basheer (Radhiallaahu anhu) mengatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) memberikan contoh orang berlayar di sebuah kapal memiliki dek atas dan dek bawah. Orang-orang dari dek bawah membutuhkan air dan air permintaan dari orang-orang di dek atas. Orang-orang dari dek atas menolak air sehingga orang-orang dari dek lebih rendah memutuskan untuk membuat lubang di lantai kapal dan mendapatkan air dari laut. Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, “Jika orang-orang dari dek atas tidak berhenti orang-orang di bagian bawah dari membuat lubang, kapal akan tenggelam dan semua orang bepergian akan tenggelam.” (Mishkat vol 2 hal.. 436)
Demikian pula, jika orang tidak melarang kejahatan dan dosa dalam masyarakat, seluruh masyarakat – yang tidak bersalah dan jahat – sama akan menderita.
Hadhrat Abu Hurairah (Radhiallaahu anhu) menyatakan bahwa Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) bersabda, “Perintahkan manusia berbuat kebaikan dan melarang kejahatan atau Allah akan mengirim menerima hukuman yang akan menghancurkan semua orang.” (Ibid)
Kutipan di atas Al-Quran dan Ahaadith Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) jelas bahwa memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan adalah menekankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Setiap orang harus melakukan perintah ini. Semua para nabi (Álayhimus salam) mengikuti jejak nabi masing-masing dan setelah kematian Nabi mereka, mereka melakukan misi yang sama.
Para Sahaaba Rasulullah (Radhiallaahu anhum) menghabiskan seluruh hidup mereka dalam memerintahkan yang baik dan melarang kejahatan. Karena tidak ada Nabi untuk datang, setiap ummat Rasulullah (shallallahu alayhi wasallam) adalah wakil Nabi dan memiliki untuk membawa pada misi Nabi. Orang-orang Tabligh Jamaah mengorbankan waktu, kekayaan dan kenyamanan untuk menjalani kesulitan dan kesulitan untuk pergi di jalan Allah – untuk melaksanakan Sunnah Nabi – memerintahkan yang baik dan melarang jahat.
Sejauh yang Jamaat Tabligh yang bersangkutan, itu adalah pandangan kami yang sederhana bahwa mereka bertindak atas perintah Allah Taala dan memenuhi kewajiban dari Syariah. Jamaat menganjurkan ketaatan pada Sunnah dan agar semua orang mengikuti syariah. Tujuan dari perorangan mengambil bagian dalam pekerjaan mulia Tabligh adalah, pertama, untuk mereformasi diri sendiri dan menyelamatkan manusia dari api neraka. Keberhasilan luar biasa dari Jamaat ini terutama karena manifestasi dari enam poin yang melibatkan pemurnian Naffs dan entitas dari Tauhid.
‘Tashkeel’ Kata secara harfiah berarti ‘untuk membentuk’. Dalam terminologi Tabligh, artinya mendesak orang untuk memberikan waktu, untuk keluar di jalan Allah untuk diri reformasi dan menyebarkan baik selama beberapa hari 3, 7, 40, 4 bulan, 1 tahun, dll jumlah hari juga tidak wajib, hanya disarankan seperti disarankan agar seseorang mempelajari pertolongan pertama, misalnya berfungsi satu bulan sebagai practicals.
Sementara ia tidak akan menjadi ahli dalam kedokteran, ia akan tahu hal-hal dasar yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Demikian pula, seseorang akan keluar selama 3 hari, 40 hari, 4 bulan, dll tidak menjadi seorang ahli syariah, tetapi ia akan belajar persyaratan dasar Syariah. Semakin banyak waktu yang dia berikan, semakin dia akan belajar dan menyempurnakan dirinya sendiri. Kerangka waktu bukan kriteria menurut syariah.
dan Allah Ta’ala Tahu yang Terbaik
Mufti Ebrahim Desai
3. Lembaga Fatwa Inggris tentang Jamaah Tabligh Jamaah

Mufti besarArab Saudi tersebut telah jelas menyatakan ketidaksukaannya terhadap Jamaah Tabligh. pertanyaan saya adalah bahwa, APAKAH SALAH DENGAN KERJA INI bahkan imam dari Haramain telah jelas menyatakan ketidaksukaan mereka.
Tolong anda beri mutiara nasehat mengenai masalah ini.

Dalam nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan adalah tanggung jawab dari umat Islam (al-Fardh Kifaya). Allah Swt mengatakan:
“Kalian adalah Ummat yang terbaik , yang dikeluarkan untuk umat manusia, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran.” (QS. Ali Imran, V: 110).
Ini tanggung jawab bersama umat Islam memerlukan upaya terorganisir, dan ini adalah apa yang Jama’ah Tabligh telah lakukan. Bagaimana bisa seseorang dihukum untuk melaksanakan tanggung jawab yang Allah SWT telah menetapkan atasnya?
Perlu dicatat bahwa meskipun metode yang Jama’ah Tabligh untuk penggunaan Dakwah mereka tidak lazim dalam konteks penuh pada masa Rasulullah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian), namun tidak akan dianggap sebagai suatu inovasi (bid’ah).
Syariah belum ditentukan metode khusus untuk pekerjaan Dakwah. Tanggung jawab Dakwah akan dibuang dengan menggunakan metode apapun, apakah ini adalah dengan mengajarkan ilmu agama kepada murid , menulis buku, mengundang orang-orang Islam, datang ke rumah orang-orang Islam dan memanggil mereka ke Masjid itu (seperti yang Jama’ah Tabligh lakukan) atau cara lainnya.
Mereka yang berasal dari Arab Saudi yang mengkritik kelompok ini biasanya tidak menyadari realitas Tabligh Jama’ah. Ini harus dikatakan kepada mereka: jika pekerjaan ini adalah salah, maka Anda harus menutup universitas Islam di Makkah dan Madinah dan semua perbuatan da’wah yang lainnya , dikarenakan banyak cara yang tidak lazim sebagaimana pada zaman Rasul Allah (Allah memberkatinya & memberinya kedamaian).
Kesimpulannya, tidak ada yang salah dengan kerja Jama’ah Tabligh secara umum. Orang harus didorong untuk bergabung dan berpartisipasi dalam kerja yang menguntungkan ini. Kerja kebathilan sangat aktif dan kerja Jama’ah ini telah dianggap penting dan al-Hamdulillah Jama’ah ini secara keseluruhan telah melakukan tanggung jawab da’wah dengan sangat baik
Jika ada kesalahan yang dilakukan orang yang terlibat dalam pekerjaan ini (seperti yang memang ada beberapa orang yang melakukannya), itu harus dikoreksi oleh para ulama dengan kebijaksanaan, wawasan, kelembutan dan kesopanan.
Dan Allah tahu yang terbaik
[Mufti] Muhammad bin Adam
Darul Iftaa
Leicester, Inggris
4. Hukum Khuruj menurut Lembaga Fatwa Mesir
Pertanyaan:
Apa hukum khuruj yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Tablig? Apakah perbuatan itu termasuk bid’ah ?
Jawaban:
Mufti Agung Mesir, Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad:
Khuruj yang dilakukan oleh Jamaah Tablig adalah perbuatan yang boleh dilakukan bagi orang yang mampu untuk berdakwah dengan sikap lembut, penuh hikmah dan mampu memberi nasehat dengan baik serta bersikap ramah dan sopan kepada orang-orang. Selain itu, orang tersebut juga harus mengetahui dengan baik apa yang dia sampaikan kepada orang-orang, tidak menerlantarkan keluarganya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.
Adapun penetapan masa khuruj selama 4 hari, 40 hari dan lain sebagainya, hanyalah merupakan masalah teknis murni yang tidak ada hubungannya dengan masalah bid’ah. Ini selama pelakunya tidak meyakini bahwa penetapan jumlah hari itu adalah sesuatu yang disyariatkan.
5. Keputusan Majelis Fatwa Negeri Sabah
Jamaah Tabligh di Negeri Sabah
1. Ahli Majelis Fatwa telah membincangkan perkara tersebut pada
Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 1/2004 pada 19 – 20 Januari 2004 M
Muzakarah Fatwa Negeri Sabah bil 3/2004 pada 6 – 8 Oktober 2004 M dan
Muzakarah Majelis Fatwa Negeri Sabah bil 1/2005 pada 12 – 14 September 2005 M
Dan memutuskan bahawa ;
a. Ajaran Jamaah Tabligh ini didapati tidak bercanggah dengan Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah
b. Jamaah ini tidak dikategorikan sebagai ajaran sesat
Pendapat Alim Ulama Tentang Jamaah Tabligh
a. Pendapat Syaikh Asyraf Ali Thanwi
Ketika Syaikh Muhammad Ilyas berusaha menerangkan tentang usaha Dakwah dan Tabligh ini kepada beliau, beliau berkata, “Sungguh masalah ini sudah sangat jelas. Tidak perlu dalil-dalil lagi. Pengaruh dan hasil usaha ini telah begitu jelas. Dikemukakan dalil hanyalah untuk memperjelas kebenaran. Namun saya telah berpuas hati ketika menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, sehingga saya tidak memerlukan penjelasan atau dalil-dalil lagi. Bahkan usaha Anda telah merubah keputus-asaan saya menjadi harapan.”
b. Pendapat Mufti Muhammad Syafi’
Beliau berkata, “Sesungguhnya, gerakan yang telah dirintis oleh Syaikh Muhammad Ilyas ini telah memberikan sumbangan dan jasa yang besar bagi seluruh dunia. Oleh karena itu, kepada para ulama hendaknya mau mempelajari manhaj Syaikh Muhammad Ilyas dan membukukan sejarah gerakan imaniyah ini secara terperinci sehingga dapat diambil pelajaran oleh pihak-pihak yang ingin berusaha menjalankan dakwah, menyeru manusia kepada Allah swt, serta menjadi lampu penyuluh bagi generasi yang akan datang.”
c. Pendapat Syaikh Muhammad Manzhur Nu’mani
Beliau berkata, “Saya yakin bahwa usaha ini satu-satunya usaha yang dapat menghidupkan kembali ruh keimanan dengan sempurna dikalangan umat muslimin. Sesungguhnya kesimpulan ari hakekat usaha ini telah saya pelajari secara ilmiyah dengan matang. Saya tidak terpengaruh oleh pemikiran Syaikh Ilyas walaupun beliau sendiri sering menjelaskannya. Namun saya berusaha keras mempelajari dakwah ini melalui Alquran dan Assunah dan segala sesuatu yang diperlukan oleh umat dewasa ini. Dengan senantiasa mengaji dan menyertai perjalanan-perjalanan dakwah Syaikh ilyas, semakin kuatlah keyakinan saya, bahwa usaha dakwah dan tabligh ini yang seperti inilah yang sangat diperlukan oleh umat pada saat ini, dan cara seperti ini adalah suatu cara pembaharuan yang paling mudah dan menyeluruh.”
Beliau berkata, “Mursyid saya berkata kepada saya, “Alangkah baiknya jika sekarang engkau berkenan meluangkan waktu bersama Syaikh ini (Syaikh Ilyas). Sesungguhnya ini beliau sedang berjalan dengan kecepatan ribuan mil perhari.” Sungguh selama ini saya tidak percaya dengan apa yang saya baca dalam sejarah perjuangan dan pengorbanan para pemimpin Islam, para wali Allah dan para shalihin dalam rangka menegakkan agama. Bahkan saya menganggap apa yang saya baca itu sesuatu yang berlebih-lebihan. Hal tersebut telah menyebabkan saya termasuk orang yang pada mulanya menentang usaha dakwah ini. Namun pada akhir-akhir ini, setelah saya meluangkan waktu bersama Syaikh ilyas dan menyaksikan sendiri pengorbanan, kerisauan, dan kasih sayang beliau dalam menegakkan kalimatullah, terbukalah mata saya terhadap kebenaran hal-hal yang saya baca dalam sejarah mengenai para pejuang yang gigih dan tangguh itu.”
d. Pendapat Syaikh Husain Ahmad Madani
Beliau paling bersemangat membela Jamaah Tabligh dari serangan orang-orang yang anti Jamaah Tabligh dari kalangan kaum muslimin atau dari luar. Beliau sangat yakin bahwa negara-negara Islam sangat memerlukan gerakan dakwah seperti ini. Beliau berkata dalam ceramahnya, “Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan. Sesungguhnya itulah tugas tetap Rasulullah saw. Betapa banyak generasi yang lalu tidak menghiraukan perjuangan dan pengorbanan ini, maka bersyukurlah Anda kepada Allah atas nikmat yang sangat besar ini. Allah berfirman.
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
“Mereka merasa telah memberimu nikmat dengan keIslaman mereka, katakanlah, Jangan kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keIslamanmu. Sesungguhnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukimu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”
Menurut beliau, cara dakwah seperti inilah yang dahulu pernah dipakai dalam menyebarkan Islam ke seluruh dunia.”
e. Pendapat Syaikh Mufti Mahmud Ahmad
Beliau berkata, “Gerakan dakwah Syaikh Muhammad Ilyas bukan merupakan pembaruan yang bersifat parsial dan terbatas, tetapi suatu pembaharuan dan penyelesaian yang menyeluruh. Gerakan tersebut merupakan gerakan pembangunan bagi seluruh manusia dan kehidupan agama secara sempurna. Ia adalah cara memasukkan hakikat agama ke dalam hati dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia.”
f. Pendapat Allamah Mufti Azizurrahman
Syaikh Mufti Azizurrahman telah menulis sebuah buku tentang Syaikh Muhammad yusuf Al-Khandahlawi. Diantara ungakapannya ia menulis, “Dengan penuh keyakinan saya tegaskan bahwa usaha dakwah dengan cara inilah yang dapat menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Usaha inilah satu-satunya cara untuk mengembalikan kaum muslimin kepada Islam sebagaimana sediakala.”
g. Pendapat DR. Dzakir Husain
Beliau berkata, “Sungguh, saya melihat kerja jamaah dakwah dan tabligh sangat sederhana. Namun saya menjumpai di dalam menyeru manusia untuk taat kepada Allah.”
h. Pendapat Allamah Ubaidillah As-Sindhi
Syaikh Muhammad Ilyas berkata, “Dulu Syaikh Ubaidillah As-Sindhi berkata, “Gerakan ini telah dimulai pada waktu yang tidak tepat dan mustahil akan berhasil kecuali jika pemerintahan di negri ini telah berubah, yaitu jika India telah merdeka dari penjajahan Inggris. Namun kini Syaikh Ubaidillah berkata, “Saya telah berkunjung ke berbagai negara di dunia. Saya sangat berputus asa melihat negara-negara yang saya kunjungi. Namun, kini saya telah melihat adanya secercah harapan. Sungguh saya akan belajar dari gerakan dakwah ini. Saya akan mengunjungi Mewat untuk melihat para pejuang yang bergerak menjalankan dakwah dan pembaharuan mengikuti dakwah Syaikh Muhammad Ilyas.”
i. Pendapat Syaikh Athaillah Syah Al-Bukhori
Beliau pernah datang ke Markas Nizhamuddin, untuk melihat langsung usaha ini. Beliau berkata, “Saya percaya bahwa Syaikh Nizhamuddin yang dijuluki Auliya telah wafat. Namun, saya melihat bahwa beliau masih hidup dan diberi rezeki (yaitu adanya Syaikh Muhammad Ilyas). “Dan berkata, “Sungguh saya merasa baru masuk Islam ketika saya hadir di Markas Dakwah dan Tabligh di Nizhamuddin. Barang siapa ingin memperbagarui imannya dan ingin menjadi seorang muslim yang sempurna, hadirlah ke markas Dakwah dan Tabligh.” j. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri
Beliau berkata, “Penelitian secara ilmiah terhadap dakwah Syaikh Ilyas memerlukan pemahaman lingkungan maupun tempat yang menyebabkan timbulnya kerisauan Syaikh Ilyas. Juga perlu dipelajari sejarah gerakan ini dan cara-cara pembaharuannya di berbagai sejak awal.”------- “Sebenarnya, aturan yang berlaku di markas Syaikh Ilyas itu telah berlangsung lebih dari seperempat abad yang lalu. Tentu saja, itu suatu bukti yang jelas bahwa Syaikh Ilyas telah berusaha menghidupkan semua yang dibawa oleh Nabi saw, dan mungkin tidak ada duanya di seluruh dunia Islam. Meskipun di seluruh dunia banyak Markas yang menjadi pusat-pusat dakwah, tetapi tidak satu pun dari markas-markas tersebut yang memiliki contoh sempurna dari kegiatan Masjid Nabawi Syarif pada zaman Rasulullah saw, bukanlah hal itu telah cukup menunjukkan bahwa beliau memang mendapatkan taufik dari Allah untuk berkorban dalam usaha ini ?
k. Pendapat Syaikh Adam Abdullah Al-Aluri
Beliau berkata, “Jamaah Tabligh berdiri di india dengan kegiatan dakwahnya menyeru manusia kepada Allah, Ta’lim wat ta’lum, dan pendidikan ruhani yang menyeluruh. Jamaah ini didirikan oleh Syaikh Muhammad Ilyas pada tahun 1920 M. beliau menganjurkan agar di dalam dakwah lebih banyak bergerak dari pada sekadar menasehati lewat ceramah atau tulisan. Beliau mendidik kaum muslimin agar mengikuti cara-cara yang telah ditempuh oleh para sahabat, dan beliau juga menulis buku mengenainya sehingga jamaah Tabligh tersebar ke seluruh dunia.”
l. Pendapat Imam Abu Zahrah
Beliau menyaksikan langsung pergerakan jamaah-jamaah di markas Raiwind Lahore. Beliau berkata, “Sesungguhnya perang salib dan hru-hara Tartar telah melemahkan semangat bangsa Arab. Maka muncullah di India dan Pakistan semangat yang sangat kuat untuk melanjutkan dakwah Islamiyah hingga menyebar ke seluruh negara Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lainnya. Banyak kaum muslimin India yang telah keluar untuk berdakwah Islamiyah. Mereka berbekal sendiri di punggungnya serta menanggung segala kesusahan demi melaksanakan usaha dakwah sehingga Islam berkembang di beberapa wilayah di India Timur, di Philipina dan tempat-tempat lainnya. Bahkan di tangan merekalah banyak negro Amerika masuk Islam dan Islam berkembang di sana. Sungguh kita dapat melihat jamaah-jamaah itu di India dan Pakistan. Mereka keluar berdakwah, menyeru manusia kepada Islam. Mereka menyediakan diri dan harta mereka untuk menyiarkan Islam. Bahkan para pegawai pemerintah juga menyediakan waktu sepuluh persen, seolah-olah nisab zakat mereka.”
m. Pendapat Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi
Beliau dalam salah satu tulisannya menyatakan, “Di tengah masyarakat yang dipenuhi kelalaian, kejahilan, dan syahwat seperti itulah Syaikh Muhammad Ilyas bangkit mendirikan Jamaah Tabligh memikirkan alat dan cara yang tepat untuk menyelamatkan umat dari bahaya tenggelam dalam kejahilan, kegelapan, kefasikan, dan kemusyrikan. Kemudian Allah menunjukkan beliau cara yang sangat tepat dan efektif, yang dengan cara tersebut banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya dapat diselamatkan dari lemah iman menjadi kuat iman, dari jahil terdapat Islam kepada cahaya ilmu, dari bahaya kelalaian kepada benteng dzikir, serta dari kefasikan dan kedurhakaan kepada ketaatan.”
Sekarang, saya akan jelaskan mengenai alat yang dipakai oleh Jamaah Tabligh yang telah diilhamkan Allah kepada hamba-Nya, Syaikh Muhammad Ilyas, dan telah dipraktekkannya sehingga dapat menyelamatkan sejumlah besar manusia. Alat tersebut sangat sederhana, tetapi sangat efektif dan tiada duanya, suatu alat dan cara yang menakjubkan yang tidak lebih dari enam point atau enam sifat.”
Syaikh Ibnu Sirrin rah ra, berkata, “Jika sampai kepadamu berita tantang saudaramu, maka carilah alasan yang membenarkan tindakannya. Jika kamu tidak menemukannya, maka katakanlah, “Mungkin dia mempunyai alasan.”
Abu Qilabah rah.a. berkata, “Apabila sampai kepadamu berita tentang saudaramu yang tidak menyenangkan, maka carilah baginya suatu alasan dengan sungguh-sungguh. Dan jika tidak menemukannya, maka katakanlah kepada dirimu, “Barangkali dia mempunyai alasan yang aku tidak mengetahuinya.”
Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah
Mereka berkata: Orang-orang Tabligh membuat bida’ah berupa keluar di jalan Allah secara berjemaah dan membatasi masa keluar 3 hari, 40 hari dan 4 bulan.
Kami katakan:
Sesungguhnya keluar untuk memperbaiki diri adalah seperti keluar untuk menuntut ilmu dan hidayah. Juga seperti keluar untuk mendakwah manusia kepada Allah dan mengajar mereka hal-hal yang bermenafaat di dunia dan akhirat. Semuanya itu adalah keluar di Jalan Allah, apabila di landasi niat yang benar dan untuk mengapai redha Allah s.w.t, bukan untuk memperolehi harta dan penghormatan atau untuk hiburan, permainan dan kebatilan.
Adalah termasuk kelakuan bodoh atau pura-pura bodoh apabila ada orang yang mengingkari keluarnya Jemaah Tabligh untuk kepentingan hidayah bagi manusia, mengajar mereka, memperbaiki diri mereka dan mendidik rohani mereka.
Padahal Rasulullah s.a.w bersabda, “Sepetang atau sepagi keluar di jalan Allah, lebih baik daripada mendapatkan dunia dan segala isinya.
Juga sabda Rasulullah s.a.w, “Barangsaiapa mendatangi masjid ini, semata-mata untuk kebaikan yang ia ajarkan atau ia pelajari, laksana mujahid fi sabilillah.”
Dan banyak lagi hadith sahih dan hassan yang mengajarkan dan memberi semangat untuk keluar di Jalan Allah. Alangkah ajaibnya perkataan mereka bahawa keluarnya Jemaah Tabligh adalah bida’ah! Dan lebih ajaib lagi mereka berhujah terhadap “keluar fi sabilillah secara berjemaah adalah bida’ah” dengan jangkaan mereka bahawa Rasulullah s.a.w mengirimkan Mu'az r.a ke Yaman bersendirian saja dan tidak berjemaah.
Mereka lupa atau tidak tahu bahawa Rasulullah s.a.w tidak mengirimkan Mu'az r.a sendirian tetapi mengirimkan Abu Musa Al Asy’ary r.a bersamanya. Baginda s.a.w bersabda kepada keduanya, “Gembirakanlah mereka dan jangan kalian buat mereka lari. Mudahkan mereka dan jangan kalian menyusahkan. Bertolong-tolonglah kalian dan jangan berselisih.”
Juga beliau mengirimkan Ali bin Abi Talib dan Khalid bin Sa’id bin al Ash r.huma. Bersama mereka baginda s.a.w mengirimkan rombongan besar untuk dakwah, ta'lim dan memutuskan perkara diantara manusia.
Tentang pembatasan masa keluar yang mereka katakan sebagai Bidaah, adalah peraturan dakwah sebagaimana peraturan sekolah dan universiti yang mengenal batasan masa belajar dan kerehatan, untuk menyiapkan bekal dan perbelanjaan selama masa keluar. Apakah dengan demikian, orang-orang Tabligh dianggap membuat bida’ah kerena mereka mengatur hari-hari untuk kepentingan dan khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah)?
Alhamdulillah.
Ditulis oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy,
Mudir di Masjid Nabawi dan Universiti Madinah Al-Munawarrah
Demikianlah sekilas ‘Apa itu Jamaah Tabligh’ dan beberapa pendapat ulama mengenainya. Uraian di atas setidaknya menyibak keasingan Jamaah Tabligh dan membuka hati terhadap maksud dan tujuan Jamaah Tabligh, yang semata-mata gerakan keimanan atas diri dan umat. Umar bin khattab ra. berkata, “Janganlah kamu berprasangka buruk terhadap kalimat yang keluar dari saudaramu mukmin, kecuali dengan prasangka yang baik selama kamu dapati kemungkinan untuk memahaminya dengan pemahaman yang baik.”
 Wallauhua'lam bishowab.


Sumber: http://arraniri.blogspot.com/2012/10/fatwa-ulama-tentang-jamaah-tabligh.html

53 komentar:

  1. ya allah. .

    berikan hidayahmu terhadap orang2 yang menghina usaha dakwah ini ya allah. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. dakwah apaan eqq, ibadahnya ga disertai ilmu

      Hapus
    2. Tidak Menghina Bagi saya kita perlu tau benar tentang Jamaah Tabligh:

      1. Pndiri dan misi pendiriannya?
      2. Kenapa kita harus ikut Jamah Tabligh setiap kali kita dikunjungi oleh mereka??
      3. Adakah dicontohkan Nabi dan Tiga generasi terakhir?? sebutkan hadits-hadits shoheh nya.

      Hapus
    3. Observasi langsung,analisa,data sesempurna mungkin,jangan lum sempurna dah menyimpulkan apa lagi kata guru,beliau bukan nabi yg kata2nya harus ditelan mentah2 .

      Hapus
  2. trmksh informasinya.ingn hidup sehat?dan langsing klik
    http://herbalifesidoarjo11.blogspot.com/
    http://herbalifemojokerto11.blogspot.com/
    http://herbalifemurahsurabaya.blogspot.com/
    http://herbalifejogjakarta11.blogspot.com/
    http://herbalifeyogyakarta11.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. jamaah tablig apa jamaah ndableg. begitulah jadinya suamiku setelah bergabung dengan jamaah tablig sama sekali jadi ndak punya aturan dan tanggung jawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas ini berkepribadian ganda ya, ko ngaku punya suami ikut dakwah . Apa zaman saniki dunia sdh kebalik-kebalik ya ?

      Hapus
    2. Setahu aku,orang ikut jt semakin teratur dan semakin baik ( bukan dah full teratur dan full baik,semakin ....)
      Mungkin ada yg salah dalam prosesnya,kasih info aja kepusat kegiatan jt didekat lokasi tinggalya.

      Hapus
  4. apa maknanya kuruj kalau istri anak2 ga bisa makan karna ditinggal kuruj sesatttttt.....
    dosanya siapa? yang nyuruh kuruj
    apa yang ikut kuruj.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. klw gitu pertanyaan saudara... waktu nabi Ibrahim khuruj tinggalkan siti hajar dan (nabi)ismail di padang pasir, siapa yg kasi makan dan minum ya??? wah saudara ditanyakan imannya nih,.. ketahuilah mereka ditinggal + - 10 tahun oleh Nabi Ibrahim Lho.. trus waktu plngnya dari berdakwah di uji imannya lg untuk mnyembelih anaknya (ismail)... buat saudara apa hikmah plksanaan idul adha?? apa hikmahnya berlari2 kecil antara safar-marwah klw naik haji??
      TRUS KLW SAUDARA BERTANYA SIAPA YG KASI MKAN ANAK ISTRINYA, SEDANGKAN ANDA TAHU MEREKA PERGI MENDAKWAHKAN AGAMA,, DIMANAKAH TANGGUNG JAWAB AGAMA ANDA KEPADA MEREKA.. BUKANKAH MEREKA ORANG2 YG DISEBUTKAN "8 ORANG YG PERLU DI ZAKATI"..

      Hapus
    2. Iqbal ngimpi itu adalah orang bahlul, tolong belajar agama donk!!! Masa Para Nabi, Sahabat dan Pengikut Nabi yang berdakwah itu sesat

      Hapus
    3. itu Nabi mas broo, kita cuma manusia biasa. Apapun yg Nabi minta niscaya akan dikabulkan oleh Allah, ga mustahil klo keluarga yg ditinggalkan Nabi Ibrahim sehat wal afiat..
      jamaah tabligh itu menyimpang, ibadah ga ada ilmunya

      Hapus
    4. Sesama saudara semuslim emang kita harus saling mengingatkan dalam iman dan kebaikan. Tolak ukur iabdah dan perilaku kita adalah mencontohi Nabi Kita Nabi Muhammad SAWW. Di luar itu tidak kecuali diperintahkan nabi kita.
      Mungkin beberapa hal yang perlu saya pertanyakan kepada saudara-saudariku Jamah Tablig.
      1. Dasar dan landasan pendirian Jamaah Tabligh?
      2. Siapa pendiri dan asal pendiri Jamaah Tabligh?
      3. Kenapa Jamaah tabligh tidak pernah mengadakan suatu kajian yang mendalam tentang Ajaran Islam?? Yang selalu dipakai adalah buku Fadillah Amal.
      4. Kenapa dalam berdakwah selalu mengajak orang untuk ikut kelompok jamaah tablig??
      5. Apakah cara dakwah yang dijalankan sudah sepenuhnya sesuai dakwahnya Rosululloh dan para sahabat?? Karena kita tidak disuruh nabi kita untuk mengikuti nabi nabi terdahulu, kecuali dipertintahkan seperti puasa nabi Daud!!

      Trima kasih

      Hapus
    5. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya (istri & anak). Jika istri mengeluarkan unek2 seperti mama Iqbal (atau mama-mama yg lain), yg jd pertanyaan adalah bagaimana suami membimbing istri?. Jika iman suami makin bertambah baik stlh ikut Jamaah Tabligh, mestinya imannya suami mampu memberikan pencerahan kpd istri, bukan imannya istri yg pertanyakan. apalagi secara khusus mama Iqbal mau disamakan dgn istri Nabi Ibrahim (Siti Hajjar), itu berarti (secara umum) menyamakan setiap istri punya iman yg sama dgn Siti Hajar.

      Tiap kita aadalh pemimpin bg dirinya sendiri (anggota tubuh yg dikendalikan oleh hati), berikutnya adalah pemimpin bg keluarga (istri, anak-anak, orang tua, saudara-saudaranya), lalu kecenderungan pemimpin pd lingkungan tempat tinggal (masyarakat, tetangga, dll). Lalu sejauh mana iman kita mampu memberikan kontribusi pada mereka?

      Sy mendukung siapa saja yg berdakwah dijalan Allah, tentunya didasarkan pada aturan Allah dan Rasulnya, bukan kata fulan bin fulan. Seberapa sering ayat ayat Allah menanyakan kpda kita "seberapa jauh akal kita gunakan utk memahami ayat ayat Allah". Iman memang tdk bisa dibuktikan dgn akal, tapi akal memiliki peran untuk memunculkan iman.

      Jika Allah STW menghendaki semua manusia beriman, niscaya tidak ada manusia yang berbeda akidah, pemahaman yg berbeda, tdk ada golongan. Tapi realitasnya, Allah menjadikan manusia berbeda imannya sebagai langkah untuk mengetahui siapa yang paling banyak amalnya (ikhlas dan sesuai dgn aturan Allah dan Rasulnya, bukan kata si fulan bin fulan). Hakikatnya suatu kebenaran hanya Allah yg tahu, manusia hanya merealisasikan kebenaran trsebut melalui aturan-aturan-Nya (syariatnya). Hakikat yg utama, tp syariat jgn dilupakan.

      Hapus
    6. Allah SWT. memeberikan amanah kepada kita adalah keluarga, anak dan istri..
      kita ini manusia biasa bukan golongan ulama atau nabi..
      seyogyanya, kita berdakwah untuk diri sendiri dan keluarga dan orang sekitar dulu..

      Hapus
  5. Tetap semangat dan tetap istiqomah tegakkan kalimat : La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah !

    BalasHapus
  6. suatu usaha yang benar yang tidak sesat, ialah usaha tersebut banyak diikuti oleh orang. La ilaha illallah"

    BalasHapus
  7. Orang yang menentang usaha ini adalah..
    Setan Berwujud Manusia.........

    BalasHapus
  8. lama aku gak khuruj, terasa ada yang hilang dalam jalan hidup islam saya, walaupun tetap menjalankan ibadah teratur dan tidak pernah bolong tapi tetap ada yang kurang. keluar dakwah fi sabilillah menyampaikan kebenaran islam kepada seluruh dunia dan mengajak umat islam kembali ke fitroh ajaran yang muliah iman yang kuat.


    allahu akhabar semoga ana bisa keluar khuruj lagi. aamiin

    BalasHapus
  9. Khuruj fisabilillah adalah upaya untuk mempertebal iman..kalian boleh menghina kami di dunia tapi akhirat lah yang akan membuktikanya.

    BalasHapus
  10. memberi nafkah kluarga itu wajib hukum x yg bila di tinggalkan tentu berdosa
    berdakwah spt itu skrg bukan jamanx lagi
    karna jln berdakwah skrg bisa dgn berbagai cara , tergantung cara mana yg akan kita gunakan utk berdakwah...
    dulu kluar berdakwah wajar krn msih bnyak org yg blum islam
    tp skrg masak kita mengajak org yg sudah islam....
    klw memang mo niat dakwah ya harus ke tempat yg islam masih langka tentux

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dakwah cara Nabi itu wajib dikerjakan kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.

      Hapus
    2. Ya Akhi Husaeni, khuruj jg syaratnya menyisakan kebutuhan u keluarga selama khuruj, kenapa kita berdakwah kepada org Islam, karena org Islam belum tentu Islami tingkah lakunya, Islam tp tdk sholat, Islam tp tdk ngaji, Islam tapi tak pergi ke Masjid, Methode dakwah Rosulullah adalah metode paling sempurna tdk lusuh dimakan jaman.

      Hapus
    3. HANYA SEKEDAR NAMA ISLAMKAH KITA HIDUP ITU?

      ASTAGHFIRULLOH....

      Hapus
  11. MAASYA ALLOHU KAANA MAA LAM YASYA LAM YAKUN...........
    Maaf ....! kami lagi belajar tidak terkesan dg suasan dan keadaan. Yang nyaci.yang muji, yang menolak / menerima, yang lempar lumpur / yang lempar lemper.......HAADZIHII SABIILII Semua sdh benar sesuai skenario. Yang belum benar kami lah yang suka keliling itu. Semoga semuanya happy END.

    ALLOHUMMAGHFIR LIQOUMI FAINNAHUM LAA YA'LAMUUN

    BalasHapus
  12. Bismillah.

    klo memang suaminya pergi tanpa meninggalkan bekal dan pada saat istri dan anak2 benar2 lagi membutuhkan terlebih suami dalam keadaan mampu untuk menafkahi. masya Allah. this is dzalim ya akhi.

    apa anda mau abaikan ayat yang diturunkan Allah ini ya akhi?

    "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (At-Tahrim/66:6)

    kalau keluarga terlihat sudah terpenuhi, dakwah yg penuh ilmu dan refrensi tentulah sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

    semoga Allah memberikan kita taufiq dan hidayahnya kepada penuntut ilmu dan yang berjuang dijalan Allah. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terus kalau ninggal anak isteri tanpa bekal ke Malaysia untuk cari kerja itu gimana ya? apa itu dikira zalim atau ga?
      anda quote ayat at-tahrim:6 itu maksud nya apa ya? Allah bilang selamatkan diri dan ahli keluarga dari neraka, apa sebab manusia itu masuk neraka?? sebab ga makan atau minum? sebab ga ada bekal cukp di rumah suami bisa ke neraka atau sebab suamin tidak engajarkan agama kpd anak isterix?

      Hapus
    2. Kalau semua ini mau kita cerna dengan akal pikiran tidak bisa. Akan jatuh seperti kaum yahudi, yaitu banyak bertanya, setelah itu mereka tinggalkan.

      Kalau saja 1 jam dari sekarang, kita mati karena misalnya ada truk yang menubruk kendaraan kita, apa yang kita bawa? Dan apa yang kita tinggalkan kepada keluarga kita?
      Sedangkan pada saat itu kita sedang berada dalam keadaan tidak punya uang.

      Ini perlu kita renungkan. Tidak perlu segera dijawab.

      Bekal kita hanyalah iman yang benar. juga benar keluarga yang kita tinggalkan juga sama.

      Dan iman itu tidak bisa kita didapat melalui kursus atau sebagainya.
      Kalau ilmu bisa. Dengan hadir di majelis2 taklim, ilmu kita akan bertambah.
      Tetapi setelah itu apakah kita sanggup mengamalkan ilmu tersebut?

      Itulah, kita butuh iman dan yakin untuk dapat sanggup mengamalkan semua ilmu yang kita dapat.

      Memang susah untuk menjelaskan masalah iman. Mudah dibicarakan.
      Karena iman adalah termasuk hal tang tak nampak (unseen)

      Banyak hal dalam kehidupan ini yang kita tidak sanggup untuk mengerti.
      Misalnya matahari, bulan, ikan dilaut, dan banyak sekali. Walau kita diberi umur 1000 tahun pun kita tidak akan mengerti.

      Hapus
    3. menurut ustad saya para jamaah tabligh sebagian besar mereka sudah mapan jadi cukup untuk menafkahi istri dan anak"nya

      Hapus
  13. Afwan akhiy.. Tdk ada itu itu org yg khuruj lantas tdk meninggalkan bekal untuk anak dan istrinya. Sblm khuruj, seseorng akan di tafakkud dulu apakah cukup bekal yg akan Dia bawa dan yg akan ditinggalkan buat keluarga. Tapi akhlak yg terbaik ad kalo memang antum mendapatkan klrg yg ditinggal khuruj itu kekurangan, ya monggo disedekahilah.. Memberi minum anjing yg kehausan sj, seorng pelacur bisa masuk sorga.. Apalagi manusia yg ditinggal suaminya untuk urusan agama.. Afwan.. Kalo mau tahu ttg usaha Da'wah, tabayyun akhiy... Terjun langsung ikut 3 hr dulu atau satu hari sj menyertai Jamaah yg lagi gerak, agar tdk termakan fitnah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngasih minum anjing, pelacur masuk surga, eanak bener tuh!! kayak Tuhan aja lu

      Hapus
    2. Baca buku "Jalan Pintas Ke Surga" kisahnya ada disitu. Kalo diceritain disini, puanjang banget

      Hapus
  14. Cuma syaitan yg melemahkan orang yg keluar di jalan Allah SWT.

    BalasHapus
  15. Aneh ya manusia jaman sekarang..?
    Diajak untuk Berbuat baik saja Susah, mereka cuma mau mengingatkan kembali iman kita....meramaikan kembali Mesjid2 yg kebanyakan kosong

    Tapi banyak dipandang negatif oleh orang, disangkanya Teroris, Sesat, lari dari tanggung jawab, dsb,

    Padahal kebanyakan dari mereka, Prof,Ir, Dr, tentara, PNS, Guru, Dll. cuma mereka ambil cuti saja untuk meluangkan waktunya mengajak kepada kebaikan...

    mari kita sama sama berjuang entah dari golongan manapun anda.. untuk menegakkan kembali Khilafah di muka bumi ini,, dibawah satu bendera
    "la ilaha illa Allah"

    Takbirrrrrrrrr.....!!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaanku adalah kenapa setelah mengingatkan mereka juga mengajak untuk ikut dalam kelompok mereka??? Tidakkah banyak pilihan hidup beriman yang benar?? Apakah mengikuti cara hidup Jamaah Tabligh itulah yang benar menurut Alloh dan Rosulnya????

      Hapus
  16. ALLAHU AKBAR
    ALLAHU AKBAR
    ALLAHU AKBAR
    bgmn mgkin suatu golongan yg mngajak pd suatu kbaikan di katakn bid'ah,
    siapakh yg sesat jika mreka brada d dlm masjid demi belajar mncapai cnta nya ALLAH.
    mreka tdk memaksa,jamaah tabligh brjln berdasar qur'an&hadist.
    mereka berdzikir,bukan mmfitnah

    BalasHapus
  17. Semoga Alloh turunkan hidayah, sebagaimana Alloh turunkan hidayah kpd Sayyidina Umar bin Khottob rodhiyallohu 'anhu.

    BalasHapus
  18. Semoga semua berjalan dengan baik dan diberikan keikhlasan menghadapi cobaan iman setelah ditinggal suami khuruj.

    BalasHapus
  19. Ya Alloh berilah kami hidayahmu,kepada org2 yg blm suka tabliq maafkanlah ya Alloh beri hidayah pd mereka Ya Alloh

    BalasHapus
  20. kongsi lagi info kesesatan tabligh di

    http://urusanulama-hl.blogspot.com/2012/01/tabligh-penjelasan-tuntas.html

    BalasHapus
  21. kenapa jamaah lebih mengutamakan sunat dari wajib,yg kebanyakan hanya berdasar pada riwayat

    BalasHapus
  22. Alhamdulilah setelah ikut 3 hari , Allah kasih manisnya Iman pada saya, nikmatnya sholat sambil nangis inget dosa, apalagi pada saat bayan menceritakan kampung akhirat dan hinanya Dunia fana ini. walaupun istri awalnya gk paham stelah sy ikut 3 hr lihat perubahan saya jadi faham. Trima kAsih Ya Allah atas petunjuk Hidayah MU

    BalasHapus
  23. Buat saudara2 ku sama2 kita lafazkan ALFATIHAH YUK... :D
    buat Rasululloh saw, para sahabat Ra, ke2 orang tua kita, sanak kelurga kita dan umat seluruh alam
    ALFATIHAH,,,,,,,,,,

    BalasHapus
  24. kata RASULULLAH, " Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka" HR.Bukhari dan Muslim........

    BalasHapus
  25. Sah sah saja mengajak orang untuk berbuat kebaikan apalagi untuk beribadah. Tetapi mesti ada ilmu dan tahu caranya dengan siapa dan bagaimana caranya mengajak tersebut. Jangan baru bisa ngaji sudah ajak orang untuk mengaji yang khatam qur'an. Baru bisa sholat sudah ajak orang untuk sholat yang sholatnya enggak pernah lepas. Pernah suatu hari tetangga saya didatangi oleh JT untuk ajak sholat ke mesjid. Jemaah tsb tanpa sengaja lihat lukisan bergambar manusia. Dikatakannya lukisan itu haram dan malaikat tidak akan masuk kedalam rumahnya. Si empunya rumah tersinggung dan nyeletuk, "enak dong kalau malaikat enggak mau masuk ke rumah saya, berarti kalau saya di rumah aja bakalan enggak mati karena malaikat pencabut nyawanya enggak bakalan cabut nyawa saya" nah loh ?. Kejadian lagi mertua saya yang mengerti agama diceramahin oleh seorang JT kemanakannya sendiri. Tentu saja mertua saya marah karena tahu betul siapa kemanakannya tersebut selama ini. Apa jawabya " kamu anak kemarin sore, tahu apa kamu tentang agama ?" si kemanakan gugup, pucat dan malu apalagi tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan mertua menengenai masalh fikih dan tauhid. Disamping itu jagalah kebersihan mesjid. Mesjid bukan tempat tidur. Mesjid bukan dapur tempat masak. Dan mesjid bukan untuk jemur pakaian. Ini saya saksikan sendiri ditempat tinggal saya.

    BalasHapus
  26. semoga mas hendra dan mertuanya diberikan hidayah oleh Allah SWT... amin ya robbal alamin.

    BalasHapus
  27. Assalamuaalaikum...

    Bagi saya silahkan anda khuruj tapi dengan catatan jangan meninggalakan tanggung jawab yang lain karena itu sama saja mencampur adukkan yang hak & batil.

    Tapi betul didalam berdakwah itu perlu ilmu ( untuk saudara2 yang di JT) jangan sampai sama dengan yang saya alami sendiri. Dulu sy sangat kagum dengan JT, sampai pada satu hari salah seorang yg boleh dikatan amir dan sdh banyak melalanglang ke negri jauh mengatakan kp saya kl tidak khuruj maka " dosa' dari sini awalnya respec sy hilang dan akhirnya saya simpulkan bahwa dakwa tanpa ilmu ini bukannya bagus malah bikin sesat.

    Ana mau tambahkan lagi untuk saudara2 di JT, islam.hampir semua firqah/ aliran termasuk Ahmadiyah, islam aljammaah mengaku akhlu sunnah merujuk ke Al Quran dan Assunnah, knp ilmu ini sangat penting sy katakan? Kalau anda menafsirkan kitabullah sesuka perut tanpa dasar ilmu seperti itu lah jadinya.

    Sy sarankan kpd teman2 di JT untuk kaji kitab/ tafsir yang lain banyak tuh yang bagus & jangan anda terlalu fanatik dengan buku fadail amal, krn setahu saya dalam fadai amal itu terdapat hadits2 yang doif, bagaimana mungkin teman2 JT menjadikan itu dasar rujukan untuk beribadah.

    Maafkan kl ada salah kata
    Allahu a' lam bissowwaf...

    BalasHapus
  28. Assalamualaikum...

    Sy mau nambahin lagi nih buat masukan mungkin tepatnya gitu ( maaf bukan maksud menggurui)

    Terus terang sy dulu sangat aktif terlibat dalam dakwa JT, ada beberapa kejanggalan yang sy dapatkan dan akhirnya sy alami sendiri

    1. Di haloqah kami setiap pagi habis sholat subuh sering buat amalan keliling disebutnya 2.5 jam yah (tolong dikoreksi kl salah), kerjanya tuh datangin rumah kawan atau yg sdh disepakti Sebelumnya gerak, akhirnya sy tanya ke salah seorang yg paling dihormati di JT di tempat kami seorang tamatan pesantren terkenal dari Jabar dan memsng seorang hafidz, jawabnya Lillahi taala dia mengatakan amalan ini sih memang tdk seperti ini, jadi sy sambung aja ya iyalah pak ustad masa kita kerumah orang jam segini kan orang lagi pada siap2 tuh untuk beraktivitas.

    2.seorang JT teman saya juga baru habis balik dari IPB (India, Pakistan, Bangla) dalam sebuah dialog tuh di Mushollah dia mengatakan orang itu lambat betul betul langkahnya mendatangi sholat yang akan dimulai" dengan intonasi menyalahkan orang tersebut, jadi sy nyambung aja," bukannya kita memang tidak dianjurkan dalam perbuatan tergesa - gesa dalam sholat, mana tahu dia musyafir atau terhambat sesuatu hal yg memang tdk bisa dihindarinya. Kelihatan bahwa kawan saya ini ilmunya sangat kurang padahal katanya ke IPB itu untuk belajar dakwah.

    3. Saya mau bertanya kpd kawan2 di JT, kenapa IPB itu sangat di khususkan, dan maaf sy katakan dimuliakan? Buktinya dimalam markas tuh ajakannya pasti IPB/ atau negri jauh, tolong dijelaskan? Maksud saya bukankah tempat2 mulia di dalam Alquran itu sangat jelas seperti Mekkah, Madinah, atau ke Masjidil Aqso di palestina saya.

    4. Terus sy mau nanya masalah istima, yang sekali setahun di adakan, ada dalil atau apa sebutannya dikatakan oleh maaf JT bahwa istima ini lebih muliah dari berkumpulnya orang dimusim haji, bunyi kalimatnya mungkin seperti itu ( tolong diluruskan kl salah), bagaimana dsn dasar dalil mana yang JT pakai untuk hal ini.

    Sekian & maafkan jika sy salah.

    BalasHapus
  29. hidup timnasss ... hidup garuda muda, lawan terus musuh2mu !!!!!!

    BalasHapus
  30. kalau masih dipantai yang kelihatan air dan gelombang , kalau sudah masuk laut semakin dalam banyak ikan dan hasil laut yang tak ternilai










    BalasHapus
  31. Jaman sekarang orang bekerja bukan untuk mencari nafkah tetapi mencari kemewahan.
    Dari JT kita bisa belajar mencari nafkah yang sesungguhnya yaitu bukan cinta dunia.
    Jadi JT bukan menelantarkan anak dan istri.
    Semua ada waktunya.
    Untuk 40 hari atau 4 bulan menurut saya itu hanya latihan.
    Karena dakwah yang sebenarnya adalah setiap hari.

    BalasHapus
  32. Jangan menilai kebenaran dari orang2nya carilah kebenaran tersebut maka kita akan tau orang2nya
    Siapapun mereka selama kita masih kabbah sebagai kiblat dan Allah yg disembah mereka adalah saudara kita
    Banyak yg ngaku udah khatam quran dan shalat tdk pernah bolong tp tetangga saudara bahkan keluarga nya tdk shalat
    Biarkanlh mereka berdakwah berikan jalan seluas2nya karena itu mengajak kpd kebaikan
    Saudara yg menentang klo toh anda tdk setuju kan tdk da masalah sya rsa mereka pun tdk paksa
    Cuma jt yg brani dakwh ke pub diskotik tempat maksiat lainnya klo saudara2 mampu lakukan bru komentr
    Orng t kan cuma mengajK ibadah kok dipermasalahkan ..aneh.
    Dan sekali lg yg terpenting muslim itu bersaudara

    BalasHapus